Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

Mengenal Lebih Dekat Fahmi Salim, Master Filsafat Hermeneutika Al Qur'an

Gambar
  Oleh: Dr. Adian Husaini Tahun 2007 lalu, Fahmi Salim Zubair, M.A, seorang sarjana Al Qur'an lulusan Universitas al-Azhar Kairo, menorehkan prestasi penting dalam studi Al Qur'an. Ia lulus sebagai master dalam bidang tafsir di Universitas al-Azhar Kairo dengan predikat Summa Cum Laude (Penghargaan Tingkat Pertama), setelah berhasil mempertahankan Tesis-nya yang berjudul KHITHABAT DAWA FALSAFAT AL-TAWIL AL-HERMENUTHIQI Ll AL-QURAN ARDL WA NAQD (Studi analitis-kritis diskursus filsafat Hermeneutika Al Qur'an). Fahmi menyelesaikan tesisnya di bawah bimbingan dua guru besar Tafsir dan Ilmu-ilmu Al Qur'an, yaitu Prof. Dr. Abdul Hayyi Husein Al-Farmawi dan Prof. Dr. Abdul Badi Abu Hasyim. Adapun para penguji tesis Fahmi Salim adalah Prof. Dr. Salim Abdul Kholik Abdul Hamid (Guru besar Tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur'an) dan Prof. Dr. Ali Hasan Sulaiman (Guru besar dan Ketua Jurusan Tafsir dan Ilmu-ilmu Al Qur'an, Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas Al-Azhar)...

Mengenal A.R Fakhruddin

Gambar
Pak AR  (K.H. AR Fakhruddin; lahir 1915 wafat 1995) dikenal sebagai ulama yang bijak dan santun, tapi bisa juga bertindak tegas dan berani tentang hal-hal keumatan dan ke-Islam-an. Beliau bisa berkomunikasi secara efektif dengan lapis bawah masyarakat Indonesia sampai ke desa-desa; tetapi juga pintar berkomunikasi dengan pimpinan lembaga dan pemerintah. Berikut ini tanya-jawab seputar shalat, yang merupakan petikan dari buku  Soal Jawab yang Ringan-Ringan , baik kutipan langsung atau olahan dari halaman-halaman yang tersebar. Pertanyaan-pertanyaan itu umumnya diajukan oleh pendengar (lewat surat) yang menghadapi pelbagai masalah praktis sehari-hari. Jawaban Pak AR-pun jelas dan gamblang; yang pada intinya menekankan bahwa ibadah  mahdhah  itu sudah sempurna sebagaimana dituntunkan oleh Nabi SAW. Jadi, tidak perlu lagi ditambah-tambahi seolah Nabi meninggalkan aturan ibadah yang masih perlu disempurnakan oleh umatnya secara tambal-sulam di belakang hari. 1....

Refleksi Perjuangan Konstitusi Ki Bagus Hadikusumo

Gambar
Religiusitas Menjadi Jati Diri Bangsa: Refleksi Perjuangan Konstitusi Ki Bagus Hadikusumo Oleh Dr. (HC). AM. Fatwa*) Sejarah, menurut kalangan pakar, hanyalah bagian dari masa lampau manusia yang dapat disusun kembali secara berarti, berdasarkan rekaman-rekaman yang ada, dan berdasarkan kesimpulan-kesimpulan lingkungan yang ada. Di sinilah terlihat kesulitan menulis sejarah. Jarang sekali sejarawan yang mampu mengisahkan tentang masa lampau, sebagaimana sungguh-sungguh terjadi. Kesulitan tersebut bukan saja karena tidak lengkapnya rekaman masa lampau, tetapi juga karena terbatasnya imajinasi dan bahasa manusia untuk mengungkapkan kembali apa yang sesungguhnya terjadi di masa lampau. Dalam konteks seperti inilah kita memahami Ki Bagus Hadikusumo. Seiring bertambahnya jarak waktu dengan masa ketika Ki Bagus memberikan sumbangannya untuk umat bangsa dan negara, makin sedikit pula gambaran kita mengenai Ki Bagus. Ingatan kita terhadap Ki Bagus makin terbatasi pada posisinya sebagai ...