Postingan

Mengobarkan Gairah Berburu Ilmu

Gambar
Islam pernah menciptakan masa lampau yang sangat berwibawa di bidang ilmu, filsafat, sastra, arsitektur, sistim hukum, pemikiran politik, tasawuf, dan bidang lain. Akan tetapi Islam juga pernah mengalami kebangkrutan yang luar biasa dan dapat kita saksikan sisa-sisanya hingga kini. Islam yang mahsyur tiba-tiba surut menjadi umat yang terbelakang karena kehilangan gairah dalam menyelami kedalaman ilmu pengetahuan. Sejatinya Allah telah menunjukkan jalan yang menuntun umat Islam ini berada di tempat yang mulia. Keimanan yang terpatri dalam jiwa umat Islam jika dibarengi dengan ilmu maka akan melahirkan kenikmatan dan kedahsyatan yang luar biasa. Alloh berfirman; “Niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Al Mujaadilah 11).  Inilah yang menjadi ruh kejayaan Islam pada zaman keemasan dulu. Umat Islam kini menjauhi ruh itu. Lihatlah fenomena memprihatinkan di negeri ini. Meskipun masyar...

Beginilah Cara Kolonial Belanda Diskreditkan Sejarah Islam Indonesia

Gambar
Oleh:  Wilda Fizriyani Wartawan  Republika Agus Sunyoto mencatat adanya peristiwa yang luput dari catatan sejarah, yaitu peristiwa hijrahnya para pengikut Pangeran Diponegoro setelah Diponegoro ditangkap Belanda. "Ratusan ribu pengikut Diponegoro, sebagian besar adalah ulama pesantren dan guru tarekat, meninggalkan pusat kekuasaan kemudian menyebar di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa," ujar Agus, dari Padepokan Dakwah Kalijaga. Mereka kemudian mendirikan pesantren-pesantren dan meneruskan perlawanan secara pasif kepada Belanda. Perlawanan yang disebut Sunyoto sebagai perlawanan pasif yang masif itu dilakukan dengan cara perang opini lewat penciptaan cerita tutur, tembang,  si'iran , tafsir agama, ramalan, dan sebagainya. Perang opini ini ditujukan untuk memunculkan sikap benci terhadap Belanda. Makin menguatnya perlawanan lewat lisan ini mendorong Belanda mengutus jaksa di Kediri untuk menyusun sejarah Kediri. Tugas itu diberikan dua tahun setelah Dipon...

Banyaknya Buku Bacaan selain Al – Quran Adalah Ciri Dekatnya Hari Akhir

Gambar
RASULULLAH SAW bersabda, “Di antara tanda semakin dekatnya Kiamat adalah diangkatnya orang – orang jahat, disingkirkannya orang – orang baik, kata – kata kotor mulai banyak diucapkan, amal dibagus – baguskan, dan kejelekan menyebar luas.” Abdullah ibn Amr lalu bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apa yang dimaksud dengan kejelekan?” beliau menjawab, “Semua yang ditulis selain Al – Quran.” Dengan beredar dan semakin banyak nya buku yang tercetak selain Al – Quran merupakan salah satu tanda semakin dekatnya hari akhir atau hari kiamat. Hal ini sangat jelas terlihat pada hadits diatas. Animo kegemaran masyarakat lebih suka dan condong membaca buku – buku, bukan Al – Quran. Sehingga akhirnya buku – buku ini banyak dicetak, dibeli, dan didistribusikan di toko – toko melebihi Al – Quran. Masyarakat menjadi lebih sering membaca buku dibandingkan membaca Al – Quran yang merupakan pedoman hidup umat islam. Yang berisi firman – firman Allah SWT dan sebuah peninggalan Rasullah SAW yang sampai s...

Menakar Toleransi Dalam Keberagamaan Kita

Awal Juni lalu kelompok liberal melakukan aksi di depan Istana Negara yang bertajuk Apel Akbar Aksi Cinta Indonesia dalam rangka mengkampanyekan komunitas baru mereka bernama #bedaIsMe. Seolah mendapatkan momen untuk mengkampanyekan liberalismenya, mereka menggelar acara tersebut selepas digagalkannya konser artis kontroversial Lady Gaga dan penolakan ormas-ormas Islam terhadap buku Irshad Manji. Mengatasnamakan Pancasila, komunitas ini menyebut aksi mereka sebagai upaya menjaga keragaman, kebebasan, dan toleransi. Selain para aktivis liberal, aksi ini juga dihadiri oleh penganut Ahmadiyah, Syiah, aktivis gereja ilegal Bekasi, GKI Yasmin Bogor, dan Aceh Singkil –yang menurut mereka telah menjadi korban kekerasan agama. Aksi demo komunitas #bedaIsMe ini seolah mengamini laporan LSM-LSM liberal Indonesia kepada Dewan HAM PBB di Jenewa Swiss tanggal 26 Mei lalu, bahwa telah terjadi intoleransi beragama yang signifikan di Indonesia. Disini kita lihat konsep toleransi menjadi alat legi...

Refleksi Perjuangan Konstitusi Ki Bagus Hadikusumo

Gambar
Religiusitas Menjadi Jati Diri Bangsa: Refleksi Perjuangan Konstitusi Ki Bagus Hadikusumo Oleh Dr. (HC). AM. Fatwa*) Sejarah, menurut kalangan pakar, hanyalah bagian dari masa lampau manusia yang dapat disusun kembali secara berarti, berdasarkan rekaman-rekaman yang ada, dan berdasarkan kesimpulan-kesimpulan lingkungan yang ada. Di sinilah terlihat kesulitan menulis sejarah. Jarang sekali sejarawan yang mampu mengisahkan tentang masa lampau, sebagaimana sungguh-sungguh terjadi. Kesulitan tersebut bukan saja karena tidak lengkapnya rekaman masa lampau, tetapi juga karena terbatasnya imajinasi dan bahasa manusia untuk mengungkapkan kembali apa yang sesungguhnya terjadi di masa lampau. Dalam konteks seperti inilah kita memahami Ki Bagus Hadikusumo. Seiring bertambahnya jarak waktu dengan masa ketika Ki Bagus memberikan sumbangannya untuk umat bangsa dan negara, makin sedikit pula gambaran kita mengenai Ki Bagus. Ingatan kita terhadap Ki Bagus makin terbatasi pada posisinya sebagai ...

Motivasi Ber-Islam dan Ber-Muhammadiyah

oleh Dr. H. Samino, M.M. Dosen FKIP UMS dan Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng Masuk dan memeluk Islam insya Allah karena kesadaran pribadi, bukan karena paksaan atau karena pengaruh negatif. Walaupun mungkin ada yang agak terlambat, karena setelah dewasa atau tua baru menyadari bahwa Islam adalah agama yang sempurna, agama yang kaaffah, dapat membawa ketentraman, keselamatan, dan kebahagiaan dunia-akhirat. Oleh karena itu, motivasi seseorang ber-Islam adalah untuk meraih kebahagiaan dunia-akhirat sesuai dengan tuntunan Allah Swt. Akan tetapi, harus disadari bahwa untuk meraih itu tidaklah mudah, karena dituntut untuk menjalankan tuntunan Islam secara menyeluruh, sementara syaitan selalu menggoda atau menjerumuskan manusia secara terus-menerus ke perbuatan dosa dan permusuhan. Allah berfirman dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 208 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. S...

KADER DAN KADERISASI

Untuk memajukan regenerasi perkaderan dalam tubuh persyarikatan Muhammadiyah, perlu diorganisir seindah mungkin. Hal ini telah dilakukan oleh persyarikatan yang telah berkembang satu abad ini, yaitu dengan adanya kurang lebih 5000an lembaga pendidikan diberbagai pelosok tanah air. KH. Ahmad Dahlan jauh-jauh hari telah mengantisipasi agar perkembangan Muhammadiyah ini tidak berhenti disuatu waktu. Oleh karena itu, beliau sangat menyadari akan pentingnya sebuah keberlangsungan dan regenerasi untuk menghadapi tantangan Muhammadiyah yang bergerak lintas zamani ini. Melalui nasehat cerdasnya, KH. Ahmad Dahlan mencoba menitipkan kekhawatirannya kepada kader Muhammadiyah: “Muhammadiyah besok berbeda dengan Muhammadiyah sekarang ini, karenanya teruslah menuntut ilmu, jadilah dokter, jadilah master, insinyur dan kembalilah ke Muhammadiyah.” (KH. Ahmad Dahlan) Pesan singkat namun mengandung makna yang mendalam ini, perlu “disuntikan” kedalam tubuh individu setiap kader Muhammadiyah, aga...